Senin, 14 Juli 2008

Pendidikan Modern Vs Pendikan Tradisional

Pendidikan Tradisional :

  • Guru berbicara murid menyimak
  • One man show dimana guru menjadi satu-satunya pelaku pendidikan
  • Tatanan bangku berurut
  • Masih diberlakukan bentuk hukuman fisik bagi siswa yang tidak taat
Pendidikan Modern :
  • Guru sebagai fasilitator
  • Peserta didik juga pelaku pendidikan
  • Memanfaatkan perkembangan media pembelajaran
  • Tidak melakukan hukuman fisik
  • Tempat pembelajaran bisa dimana saja

Dari dua hal diatas yang mana perbedaanya sangatlah jauh, dimana pendidikan modern mungkin saat ini menjadi pilihan bagi sekolah-sekolah yang ada namun hasil dari kedua bentuk pembelajaran itu juga memiliki perbandingan yang juga tidak kalah jauhnya dari perbedaan diatas.

Dalam system pendidikan tradisional yang kini sudah sangat jarang digunakan lebih banyak menekankan nilai nilai moral dan tatanan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga lulusan yang dihasilkan bisa dikatakan bisa lebih mapan dan diterima di tengah tengah masyarakat.

Saya sangat prihatin melihat hasil lulusan yang sekarang, sangatlah berbeda dengan lulusan lulus yang jauh diatas saya. Banyak kita temukan saat ini bahwa siswa tingkat XI tidak memahami pancasila dan UUD 45. Jangankan faham hafal saja tidak. Bahkan tidak jarang mereka juga tidak tau lagu Indonesia raya.

Bagi sebagian orang mungkin hal ini bukanlah hal yang penting, tapi disinilah tolak ukur yang bisa dilihat oleh kasat mata bahwa pendidikan modern tetap harus didampingi oleh sytem tradisional.

Saya masih ingat betul bahwa setiap akan melakukan ujian dimanapun bahkan saat akan memasuki dunia kerja, saya dan teman teman selalu mendatangi rumah guru guru kami semasa TK hingga guru-guru kami saat duduk di bangku SMA untuk meminta restu beliau beliau, dan hal yang sama dilakukan oleh senior-senior kami meski saat ini sudah banyak yang berkeluarga.

Hal yang demikian sudah jarang sekali saya temukan. Setelah lulus ya sudah.....bahkan ada sebagian siswa yang menyebut guru - gurunya dengan sebutan "BEKAS GURUKU" hal yang sangat menyakitkan untuk didengar.

System pendidikan yang bagaimanakah yang harus kita terapkan di dunia pendidikan kita dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Kalau saya pribadi adalah menggabungkan keduanya, dan berusaha menjadi seorang guru yang disegani bukan ditakuti.

1 komentar:

Muhammad Yudhi Iskandar mengatakan...

Sayang wajah pendidikan indonesia masih buruk.

keep posting & keep sharing

Haryo Prabowo
http://haryoprabowo.com/