Senin, 14 Januari 2008

Bopo Guru

Ngomongin tentang pendidikan ngga' bakal lepas dari yang namanya guru. Beliau adalah kunci dari keberhasilan anak didik. System pendidikan hanya merupakan alat pembelajaran.

Kalau boleh membandingkan Guru tempoe doeloe dan Guru di jaman ini....perbedaanya jauuuuh buanget....Guru-guru senior sekarang da tua-tua :) he he...ya iyalah.... Tapi jangan salah....hasil godokan guru guru lama jauh banget outputnya dibanding dengan yang sekarang. Bukan hanya dilihat dari faktor keilmuanya aja.....tapi tata krama dan mental kerja yang paling diutamakan.

Kalau dipikir-pikir, Guru-guru lulusan sekarang ngga' kalah pinter ama para seniornya....S1, S2, S3 gitu logh..... tapi kenapa ya output yang dihasilkan ama Guru-guru sekarang beda banget.......?????

Ilmu boleh lebih tinggi bung.....pemahaman tentang teknologi boleh lah dibilang lebih unggul.... Title boleh lebih panjang....tapi.....Keiklhasan...tolong dipikirkan lagi.... :)

Pengaruh ngga' sih urusan ikhlas dalam pengajaran....? Banget......
Gimana anak-anak didik kita bisa pinter kalau di kepala Gurunya cuman duit dan duit. Dan sangat mengenaskan kalau sampai ada Guru yang demo karna gajinya ngga' cukup.....

Kalau uda tau gaji Guru pas pasan ya jangan jadi guru..... :)

Nah ini dia mungkin masalahnya.....Guru akhirnya jadi pekerjaan alternatif kedua saat nganggur... daripada nganggur...jadi Guru aja ahhhh :(....kasiaaaan deh loe....yang lebih kasian ya yang di didik.

Monggo....para guru-guru muda di jagat raya....mari kita berpikir kembali untuk itu....mari, mari, mari............... :)

Selasa, 08 Januari 2008

Proyek Sakit Hati Nasional

ngga' lama lagi ujian akhir sudah mulai lagi......setiap sekolah udah mulai disibukkan ama persiapan ujian nasional, siswapun mulai kelabakan....para guru mulai resah karna saat yang akan menentukan masa depan anak bangsa akan segera terdengar genderang perangnya.

Bagaimana dengan para pejabat pendidikan yang ada di pusat ataupun di daerah, apakah mereka juga sudah siap meluncurkan trik baru untuk itu...?

Kebijakan kelulusan telah dijalankan bertahun - tahun oleh pusat....yang notabene ngga' pernah tau kondisi sebenarnya akan siswa dan kompetensinya.

Guru yang mendampingi selama tiga tahun tidak memiliki hak apapun akan masa depan anak didiknya.... :(

Dengan alasan standarisasi kelulusan nasional, maka terciptalah system persamaan di negri ini....jangan lupa boss....kemampuan anak didik di negri ini ngga' sama....kompetensi gurupun ngga' sama....bantuan yang di luncurkan pemerintah juga ngga' sama....kondisi ekonomi disetiap pelosok juga ngga' sama.

Hasil kerja selama 3 tahun hanya ditentukan dalam beberapa hari......apa iya UNAS diadakan untuk STANDART NASIONAL.....ATAU UNTUK MENGHABISKAN DANA NASIONAL...?