Kamis, 08 November 2007

Membuka Peluang Korup di Dunia Pendidikan


Di bantu salah, ngga' dibantu tambah salah....mungkin itu dilematis yang dirasakan oleh pemerintah dalam pelaksanaan program bantuan yang diberikan pada sekolah-sekolah di indonesia.

Dengan adanya grand - grand yang di luncurkan oleh pemerintah banyak sekolah - sekolah yang mulai panen hasil jerih payahnya dalam membuat proposal - proposal bantuan yang akan di gunakan untuk "perbaikan mutu sekolah".

Setiap sekolah berlomba-lomba adu proposal dimana akan disampaikan pada mafia proposal yang ada di jajaran dinas pendidikan. Parahnya, mafia proposal bukan hanya sekedar staff biasa dalam dinas pendidikan mereka adalah pejabat - pejabat yang bisa dibilang motornya dunia pendidikan. Dan hebatnya mereka bisa mengantongi nilai rupiah lebih dari jumlah bantuan yang di minta oleh sekolah.

Dana cair sekolahpun senang....tapi urusan belum selesai sampai disitu, laporanpun harus dibuat sedemikian rupa, kalau perlu ngeborong pesan stempel untuk bukti bahwa dana telah di belanjakan dengan baik.

Tidak lama kemudian team audit datang, selama ada duit di amplop semuanya akan berjalan dengan lancar.......

Bukan pejabat saja yang kini bisa korup GURU pun ada kesempatan untuk itu.

Pemerintah harus lebih jeli dalam hal ini, bantuan berupa alat mungkin lebih baik di bandingkan berupa uang. Kini para kepala sekolah lebih banyak memikirkan bagaimana caranya mendapatkan bantuan di banding memikirkan perkembangan sekolah.

Yang ngga' terima boleh protes........ :)